Penusukan Sjech Ali Jaber, Motifnya Diduga Orang Gila Ngamuk

Penusukan Sjech Ali Jaber, Motifnya Diduga Orang Gila Ngamuk

Nama A. Alfian Andrian, usia 24 tahun, warga Kota Bandarlampung, mendadak terkenal setelah melakukan penusukan terhadap ulama besar Sjech Ali Jaber. Motif penusukan terhadap ulama ini hampir sama seperti kasus kasus lainnya yakni diduga orang gila ngamuk.


Meski belum ada konfirmasi resmi dari kepolisian namun, dugaan orang gila tersebut disampaikan langsung orangtua pelaku R (46) kepada petugas. R menyatakan kalau Alfian sudah empat tahun ini mengalami ganguan kejiwaan, seperti diberitakan dari RMOLLampung.

Kapolsek Tanjungkarang Barat, AKP DAVID Sianipar membenarkan adanya peristiwa tersebut. Belum ada keterangan lebih detail terkait lainnya dari pihak kepolisian.

Setelah dirawat di Puskesmas Gedongair, dekat lokasi peristiwa, malamnya, Sjech Ali Jaber dikunjungi Bunda Eva, isteri Wali Kota Bandarlampung Herman HN.

Rencana, Syeh Ali Jaber akan mengadakan acara ramah tamah di Babayaran, Cafe dan Resto, Durian Payung, Tanjungkarang Barat, besok, Senin (14/9).

Pelaku sendiri sudah berhasil di tangkap dan menjalani pemeriksaan di Mapolsek Tanjungkarang Timur.

Aksi yang melukai pundak kanan Sjech Ali Jaber terjadi saat pengajian dengan warga di halaman Masjid Falahudin, Jl. Tamin, Kelurahan Sukajawa, Tanjungkarang Timur.

Kronologis peristiwa, sewaktu Sjech mengisi ceramah yg sudah dimulai kurang lebih pukul 17.10 WIB, sang pemuda setengah berlari naik panggung dan menusukan pisau ke Sjech.

Aparat kepolisian dari Polsek Tanjungkarang Barat, pukul 17.50 WIB, mengamankan pelaku beserta orangtuanya dari amuk massa.

Sementara akibat kejadian itu lengan kanan bagian atas Sjech Jaber Ali mengalami luka tusukan dengan bercak darah yang sudah mendapat penanganan medis. Dalam kondisi lemas, Syekh Jaber menjelaskan kejadian yang menimpanya saat mengisi tabligh di halaman Masjid Falahuddin, Jalan Tamin Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Kota Bandarlampung.

“Pengalaman baru bagi saya, yang selama ini 12 tahun di Indonesia menjaga persatuan, menjaga kebersamaan, damai, sejahtera. Ternyata nasib saya di Bandarlampung Allah SWT takdirkan ada orang datang dan Allah selamatkan dari pembunuhan,” kata Syekh Ali Jaber yang diunggah di channel Youtubenya, Minggu malam (13/9).

Ia merasa bersyukur, meski ada orang yang berusaha mencelakainya, Allah masih menyelamatkannya.