PJJ di Palembang Diperpanjang Lagi, Sekolah Hanya Ikuti Peraturan

PJJ di Palembang Diperpanjang Lagi, Sekolah Hanya Ikuti Peraturan

Untuk kesekian kalinya Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang memperpanjang proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara Dalam Jaringan (daring). Kali ini PJJ di Palembang diperpanjang hingga 31 Oktober 2020.


Pasalnya, saat ini kondisi Kota Palembang masih dalam fluktuatif (naik turun). Kaerna itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Disdik, yang mana telah beraudiensi dengan beberapa instansi terkait, bahwa sepakat PJJ diperpanjang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN 143 Palembang, Rismawati mengatakan, telah meneruskan pemberitahuan tersebut kepada guru dan siswa.

"Ya, sudah kita sebar informasi tersebut kepada guru dan guru menyebarkan kepada siswa," ujarnya, Selasa (29/9/2020).

Respon dari siswa dan wali siswa mereka hanya mengikuti saja aturan dari pemerintah tersebut. "Intinya kita dan siswa menurut saja karena kondisi Covid saat ini," ungkap dia.

Ia hanya mengimbau baik siswa maupun guru, agar tetap semangat dalam menjalankan daring ini.

"Guru juga kita imbau, jangan memberikan soal yang banyak dan memberatkan siswa," tutur dia.

Risma mengatakan, sistem belajar jarak jauh di SD-nya secara umum berjalan lancar. Namun ada beberapa kendala juga, seperti siswa tidak memiliki Hp Android serta kuota internet selama untuk belajar.

"Ada sedikit kendala bagi siswa. Ada yang mengeluhkan kuota dan ponsel berbasis Android. Ada beberapa siswa yang fasilitas tidak memadai dalam arti ada siswa yang tidak punya ponsel Android, ada pula satu ponsel untuk kakak beradik. Oleh karena itu, sekolah sedang mendata berapa banyak siswa yang mengalami kendala dalam hal kuota, ponsel berbasis android, dan sinyal," jelas dia.

Untuk mengatasi kendala bagi siswa yang tidak punya ponsel kata Risma, ada beberapa alternatif. Siswa bisa meminjam ponsel milik keluarga atau guru mengantar materi atau tugas. Jika orang tua berkenan, orang tua yang mengambilkan tugas dan materi. Dengan melihat sikon situasi dan kondisi.

"Jika orang tua mengambil tugas di sekolah dirinya sudah menerapkan aturan sesuai dengan protokol kesehatan, yakni para wali murid harus memakai masker dan mencuci tangan serta memakai hand sanitizer yang telah disediakan sekolah," tutupnya.[ida]