Punya Peran Strategis di Pilkada, Generasi Milenial Harus Dilibatkan

Punya Peran Strategis di Pilkada, Generasi Milenial Harus Dilibatkan

Generasi milenial diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat, untuk memberikan hak suaranya pada pilkada serentak 9 Desember mendatang, serta memberikan edukasi politik dengan harapan terwujudnya Pilkada yang sukses, sehat dan selamat. Demikian disampaikan Titi Angraeni selaku Pembina Perludem (Zoom), pada acara Diskusi poliitk yang di Ballrooom Hotel Bukit Indah Lestari Baturaja, Kamis (15/10/2020). Menurut dia, bahwa partisipasi politik bukan hanya berupa hak memilih, tetapi juga hak berpartisipasi dalam penyelenggaraan demokrasi lainnya. Misalkan turut serta sebagai pengawas partisipatif. Apalagi generasi milenial, adalah generasi yang sangat akrab dengan teknologi informasi. "Generasi milenial merupakan pengguna, pembuat dan terpapar informasi dari media internet. Potensi ini harus diberdayakan dan menjadi momentum sistimatik menentukan pimpinan," ulasnya. Namun demikian harus diakui bahwa pandemi covid-19 yang melanda saat ini melahirkan kebiasaan baru bagi semua pihak termasuk generasi milenial. “Kita semua bertransformasi menjadi generasi yang tergitalisasi lebih cepat,” kata Titi Anggraini. Untuk itu KPU dihimbau agar menggaet anak muda (generasi milenial) yang memiliki ativitas tinggi di media sosial untuk sama-sama terlibat pada konteks penyelenggaraan demokrasi. Karena generasi milenial mempunyai peran yang sangat strategis dalam mensosialisasikan penyelenggaraaan demokrasi di masa pandemi covid-19. "Seperti KPPS Melenial yang bisa mendukung sistem informasi rekapitulasi (Sirekap), mengambil foto hasil pilkada, lalu menshare ke jejaring sosial," imbuhnya. Dengan keterlibatan generasi melenial yang terbiasa aplikasi, lanjut dia, akan sangat membantu mensukseskkan penyelenggaraan Pilkada. Sementara Ketua KPU OKU, Naning Wijaya menjelaskan, bahwa diskusi politik dengan tema Perspektif Pilkada Serentak 2020 menyongsong Pemilu Serentak 2024, ini merupakan pilkada terberat dan termahal karena dilakukan di masa pandemi covid-19. "Penyelenggaraan Pilkada serentak Tahun 2020 yang aman, sehat dan selamat serta berukualitas ini merupakan target yang akan dicapai. Meskipun di masa Pandemi Covid-19 namun KPU OKU oprimis target partisipasi 79 persen," ujarnya optimis.[R]