Tingginya Minat Warga Jadi KPPS Ternyata Merepotkan Juga

Tingginya Minat Warga Jadi KPPS Ternyata Merepotkan Juga

Minat warga khususnya kawula muda Kabupaten Ogan Komering Ulu (KPU) untuk menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) ternyata cukup tinggi. Salah satunya di Desa Seleman, Kecamatan Semidang Aji.


Di desa ini, ada 38 orang yang mendaftar dan ikut tes untuk menjadi petugas KPPS di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) OKU 9 Desember 2020 mendatang. Tapi tidak semua orang bakal diterima. Ya, dari 38 orang itu, petugas KPPS yang dibutuhkan di desa ini hanya 21 orang. Artinya akan ada 7 orang yang "tereliminasi". Mereka akan bertugas di 3 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di hari H nantinya. Kemarin, Sabtu (17/10/20), mereka mengikuti tes wawancara yang digelar di balai Desa Seleman. Tes tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). "Ada 38 peserta. Yang akan diterima 21 orang," ungkap Ansori, Sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Seleman. Kata Ansori, mayoritas yang ikut tes KPPS ini adalah para kawula muda. "Ya. Rata-rata yang ikut bujang gadis. Ada yang sarjana, baru tamat dll," beber dia. Sebetulnya menurut Ansori, proses perekrutan KPPS ini menjadi "simalakama" bagi PPS. Apalagi bakal ada peserta, yang akan tereliminasi. Pasalnya, yang ikut tes adalah mereka warga desa setempat, yang tentunya ada saling keterikatan hubungan keluarga. Baik dekat maupun jauh. "Makanya, dalam tes wawancara ini, pihak Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terlibat dalam seleksi. Baguslah sih kalau menurut kami, guna menghindari kecurigaan atau suudzon dll," ujarnya. Peserta yang lolos seleksi KPPS di desa ini akan diumumkan tanggal 21 Oktober 2020 nanti.